Menjelang ujian.. -Entah kapan-

Menjelang ujian..
Murid-murid nakal, berandal, hobi tawuran kebingungan. Kasak-kusuk mencari bocoran. Tak peduli berapa uang yang harus dikeluarkan.. Meskipun kevalidannya juga masih dipertanyakan.
Sebaliknya.. Murid-murid rajin begitu tenang. Tak perlu mencari bocoran. Toh, soal ujian hanyalah pengulangan dari yang telah diajarkan. Jika tugas selalu dikerjakan dan senantiasa mengulang pelajaran, maka lulus bukanlah hal yang mengejutkan.

Itulah perbedaan antara 2 murid.. Setiap murid tahu, bahwa tujuan sekolah adalah belajar. Namun, masing-masing telah memilih jalannya. Dan hasilnya, seperti biasa.. Yang rajin lulus, yang malas mengulang.

Saudara..
Demikian pula ‘sekolah’ kehidupan.. Setiap muslim-muslimah telah mengetahui, bahwa tujuan hidup mereka adalah beribadah. Dan mereka pun mengetahui, bahwa ada kematian setelah kehidupan.. Dan kebangkitan setelah kematian. Dengan masing-masing ujian pada tiap fase tersebut.
Namun, masing-masing telah memilih jalannya. Dan hasilnya, bisa diduga.. Yang senantiasa taat, mendapat ridho Alloh dan surga. Dan yang selalu maksiat, mendapat murka Alloh dan neraka.. Kecuali hamba-hamba yang mendapat ampunanNya.

Namun, ada perbedaan..
Jika ujian di sekolah formal menggunakan pilihan A-E, bahkan esai.. Pilihan di sekolah kehidupan hanya HALAL dan HARAM serta beberapa masih syubhat. Dimana, jawaban yang benar adalah selalu memilih yang HALAL. Dan meninggalkan yang HARAM dan SYUBHAT. Satu pilihan yang benar dari tiga pilihan.

Lalu, jika bocoran di sekolah formal sedikit yang bisa dipercaya. Di sekolah kehidupan ini justru disediakan bocoran.
Ada tiga pertanyaan setelah kematian. Yaitu, siapa Robb kita, siapa Nabi kita, dan apa Dien kita.
Dan lima pertanyaan pada hari Kebangkitan. Yaitu, pertanyaan mengenai: masa muda, untuk apa ia dihabiskan.. Harta, dari mana ia dapat, dan kemana ia dibelanjakan.. Ilmu, seberapa ia amalkan.. Dan jasad, untuk apa ia manfaatkan.

Perbedaan terakhir..
Kita tidak pernah tahu, kapan ujian dilaksanakan. Bisa jadi ketika kita tidur.. Bisa jadi ketika kita melakukan ketaatan, walhamdulillah.. Bisa jadi pula ketika kita melakukan kemaksiatan, na’udzubillah..

Semoga kita menjadi ‘murid’ yang lulus ujian.. Amin.

Wallohu a’lam.

@Jatinom, 29 syawal 1430

http://www.facebook.com/note.php?note_id=152234472886

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: